Selasa, 08 Mei 2012

Menjadi Bookaholic


       Semakin hari, saya semakin menyadari bahwa proses membaca serupa sebuah poros menuju titik klimaks. Betapa menyenangkannya bagi seseorang yang dapat mengendalikan diri dan menikmati proses tersebut hingga ia, selain mendapat kepuasan, juga dapat mengambil manfaat dari bacaan tersebut.


Hidup Bookaholic Indonesia!!



Selasa, 07 Februari 2012

Tips Mahir Berbahasa Inggris

Perlu diketahui, teks ini saca copy dari blog Khalid Wahyudin. publikasi di note saya ini pun tanpa seiizin beliau. Jadi tanpa bermaksud apa-apa, saya harap kiat-kiat yang saya posting kembali ini dapat bermanfaat..

Tips Mahir Berbahasa Inggris




Mukaddimah

Beberapa hari lalu, saya sempat mampir di kediaman Bapak Agus Ariadi. Ada urusan tertentu yang menjadi keperluan saya. Di rumah sederhana namun asri dengan pohon mangga yang kelihatan masih tegar dan kokoh itu, saya singgah walau sebentar. Berbincang sedikit tentang beberapa hal, kemudian pamit karena waktu keburu sore. Pak Agus memberikan 2 CD copy KKI kepada saya dengan majjaanan (gratis tanpa bayar). Sebelumnya saya memang berkeinginan untuk meminjam, namun beliau mengcopykannya untuk saya, katanya ‘biar nggak susah-susah mengembalikan.’ Alhamdulillah, terima kasih banyak, semoga membawa manfaat dan barokah.
Selain itu, beliau juga memberikan selembar kertas HVS putih yang ternyata adalah tulisan beliau tentang sesuatu hal yang menarik. Hal menarik apakah itu? Anda penasaran?
Nah, ternyata selembar kertas itu berisi tentang tips asyik belajar Bahasa Inggris dengan 5 M. Apaan tuh? 5 M yang dimaksud adalah mau membaca, mau menulis, mau mengucapkan, mau mendengarkan, dan mau menyanyi.
Mengingat bahwa perkara yang baik mesti digetuk-tularkan, maka dengan berbunga hati saya copy-pastekan disini. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin sekali belajar Bahasa Inggris, terutama  bagi para santri yang sangat mendambakan dapat ber-cas cis cus dalam Bahasa Inggris. Berikut ini adalah tulisan beliau yang saya posting di blog ini, tanpa ada reserve sedikitpun. Selamat membaca!


Selasa, 27 Desember 2011

Cerpen Tiga Manusia yang Terperangkap dalam Perut Anjing



Tiga Manusia yang Terperangkap dalam Perut Anjing 
Cerpen Abdul Hadi 
 1.
Seekor anjing bergelung murung di dekat sekeranjang sampah yang sedikit samar terlihat. Mata binatang itu suram namun nyalang dengan hasrat bertarung, tajam pandangnya menyilet benakku. Lalu angin lantas tersapu. Suasana memangku udara beku. Memaku semuanya menjadi kaku.

Dunia segi empat yang dicengkram latar abu-abu itu seperti memampang segalanya. Segala hal yang tersimpan dalam kenangan. Khayalan liar yang tak memiliki ruang: Tiga perempuan serta seorang balita terkekang dalam perut anjing itu. Mereka bergelung karena tak memiliki tempat lagi. Sungguh mustahil perut anjing yang sekecil itu mampu memangku tiga perempuan dewasa. Lalu seorang balita melingkar-lingkar di tengah ketiganya. Kenapa mereka dapat terperangkap dalam perut anjing itu? Apakah mereka dapat tenang di sana? Hanya kesuraman. Hanya bentangan kesedihan yang memenuhi mata mereka. Selain dari itu adalah ketidakpastian. Tentu mereka merasa terpenjara dalam rongga perut kecil itu. Ataukah telah berputu asa?

Mungkin salah, bisa saja anjing itu, jenis anjing ras yang begitu besar. Konon ada anjing yang setinggi 2,5 meter di Inggris sana. Akan tetapi itu hanya salah satu keanehan. Dan anjing ini, mungkin saja salah satu keanehan itu hingga ia menjadi sangat besar, sampai-sampai perutnya mampu menampung tiga perempuan serta seorang balita. Ah, itu hanyalah sebuah kemungkinan. Tapi di dunia ini, apakah yang tidak mungkin?

Lidah anjing itu tampak menjuntai. Merah keputih-putihan dengan liur yang nyaris menetes tetapi tak kunjung jatuh-jatuh juga. Ah, pasti anjing itu baru saja melahap tiga perempuan serta seorang balita yang kelelahan setelah ia mengejar mereka dengan sabar, tetapi karena salah seorang dari tiga perempuan itu membawa bayinya, maka larinya akan menjadi agak lambat.

Senin, 12 September 2011

Rehat

Setelah lama tidak mengisi blog ini. Saya memulai untuk membuat berbagai perencanaan yang akan saya usahakan untuk konsisten menjalaninya.


Baiklah, untuk rehat sejenak klik link ini..


Rehat

Minggu, 28 Agustus 2011

Hasanah (Berita Pagi, 1 Mei 2011)

Hasanah (Berita Pagi, 1 Mei 2011)
Cerpen Abdul Hadi

Tidak ada yang salah dengan Hasanah. Wajahnya cantik, bahkan lebih cantik dari perempuan-perempuan seusianya. Kulitnya putih tanpa bercak, hanya ada beberapa tahi lalat yang tersembunyi dibalik baju longgar beserta kerudung putih lebar yang selalu lekat di tubuhnya. Laku dan lagaknya pun tak berbeda dengan tampilan fisiknya. Perangainya cantik. Tidak pernah absen mengunjungi pengajian. Tetapi, tetap saja tidak ada yang menghiraukan.

Para perempuan-perempuan memang tidak pernah melupakan, bagaimana enam tahun lalu, dekapan suami-suami mereka tak lagi erat dan hangat. Ada rasa terampas dan dendam, sebagaimana mereka tak menyangka, Hasanah yang begitu santun tidak-tanduknya, tiba-tiba membuka pakaian, menjadi pelacur. Dan tentu saja, Hasanah laris, ia adalah kembang desa. Bukan hanya penjudi atau pun orang-orang tertentu saja yang memakainya tetapi para suami baik-baik pun menjadi tertarik.

Senin, 27 Juni 2011

Empat Keinginan Wanita Eropa..

Empat Keinginan Wanita Eropa..



Diantaranya adalah apa yang menjadi angan-angan 4 wanita eropa sebagaimana tercatat dalam banyak buku, yang kisahnya akan kami paparkan disini.

1) Seorang wanita berkebangsaan Inggris yang angan-angannya telah ditulis lebih dari 100 tahun yang lalu.

Seorang wanita berprofesi sebagai penulis terkenal bernama etirot menulis dalam sebuah artikel yang disebarluaskan pada tahun 1901 : “ Sungguh seandainya anak-anak perempuan kita sibuk bekerja dalam rumah sebagai pembantu atau seperti pembantu itu lebih baik dan lebih ringan resikonya daripada meniti karier diberbagai instansi, karena meniti karier diluar rumah itu menyebabkan seorang wanita ternodai berbagai kotoran yang menghilangkan indahnya kehidupan-nya untuk selama-lamanya. Duh, seandainya negeri kita sebagaimana negeri orang-orang islam yang berhias dengan rasa malu, menjaga kehormatan dan kesucian. Sungguh sebuah aib di negeri Inggris yang menjadikan putri-putrinya sebagai teladan dalam keburukan karena sering bercampur baur dengan laki-laki”.

2) Seorang wanita berkebangsaan jerman mengatakan” Sungguh aku ingin berada di rumah saja, tetapi selama perkembangan ekonomi jerman akhir-akhir ini tidak bisa menyentuh semua lapisan masyarakat, maka permasalahan seperti ini yaitu “back to home” adalah sebuah kemustahilan. Sungguh suatu hal yang menyedihkan.(dikutip dari majalah mingguan berbahasa jerman)

3) Seorang perempuan berkebangsaan Italia pernah berdialog dengan Doktor Mustafa as-Shiba’i dan mengatakan : “Sungguh aku iri kepada wanita muslimah dan aku berandai-andai sekiranya aku dilahirkan di negeri kalian.”

4) Seorang wanita berkebangsaan Perancis ,
Kisah dibawah ini diceritakan oleh syaikh Abdurahman dari seorang dokter muslim laki-laki yang menetap di perancis. Suatu ketika dokter laki-laki ini ditanya oleh dokter perempuan berkebangsaan Prancis,teman kerjanya yang beragama Kristen. Dokter perempuan ini bertanya kepadanya tentang keadaan istrinya, seorang muslimah yang berjilbab dengan baik.

“Bagaimana istrinya menghabiskan hari-harinya di dalam rumah, serta aktivitas apa saja yang dijalani setiap harinya”, Tanya dokter perempuan.

Maka pak dokter menjawab “ ketika istriku bangun dipagi hari maka dia menyiapkan berbagai keperluan yang dibutuhkan anak-anak, kemudian tidur sampai jam 09 atau 10 pagi.

Setelah itu dia bangun untuk membersihkan dan mengatur hal-hal lain yang dibutuhkan didalam rumah. Setelah urusan bersih-bersih selesai, maka dia akan sibuk dengan urusan dapur untuk menyiapkan makanan.”

Dengan penuh keheranan dokter perempuan tersebut bertanya:
“ siapa yang memenuhi kebutuhannya, padahal dia tidak berkerja?
Dengan singkat sang dokter mengatakan “ Saya”

Lalu siapa yang membelikan segala kebutuhannya? Lanjut dokter wanita itu.
Aku yang membelikan semua yang dia inginkan, jawab dokter.
Dengan penuh keheranan dan ketercenganan wanita tersebut mengatakan, engkau memberikan istrimu segala sesuatu ?
“ya” jawab dokter.

Masa Muda Cerminan Masa Tua

Masa Muda Cerminan Masa Tua





Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi nasehat pada Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-,

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.”[1]

Yang dimaksud menjaga Allah di sini adalah menjaga batasan-batasan, hak-hak, perintah, dan larangan-larangan Allah. Yaitu seseorang menjaganya dengan melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan tidak melampaui batas dari batasan-Nya (berupa perintah maupun larangan Allah). Orang yang melakukan seperti ini, merekalah yang menjaga diri dari batasan-batasan Allah sebagaimana yang Allah puji dalam kitab-Nya,

هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ (٣٢)مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ (٣٣)

“Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada Setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya), (yaitu) orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan Dia datang dengan hati yang bertaubat.” (QS. Qaaf: 32-33). Yang dimaksud dengan menjaga di sini adalah menjaga setiap perintah Allah dan menjaga diri dari berbagai dosa serta bertaubat darinya.[2]

Menjaga Hak Allah

Di antara bentuk penjagaan hak Allah sebagai berikut.

Pertama: Menjaga shalat

Yang utama untuk dijaga adalah shalat lima waktu yang wajib sebagaimana yang Allah firmankan,

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ (٢٣٨)

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa (shalat Ashar)[3]. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (QS. Al Baqarah: 238). Yang dimaksud shalat wustho di sini adalah shalat Ashar menurut kebanyakan ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan keras orang yang meninggalkan shalat Ashar sebagaimana dalam sabdanya,

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka hapuslah amalannya.”[4]

Allah Ta’ala pun memuji orang-orang yang menjaga shalatnya dalam ayat lainnya,

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

“Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.” (QS. Al Ma’arij: 34)

Begitu pula termasuk dalam hal ini adalah dengan menjaga thoharoh (bersuci) karena thoharoh adalah pembuka shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلاَ يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلاَّ مُؤْمِنٌ

“Tidak ada yang selalu menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin.”[5]

Kedua: Menjaga kepala dan perut

Begitu pula kita diperintahkan untuk menjaga kepala dan perut. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الاِسْتِحْيَاءَ مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى وَتَحْفَظَ الْبَطْنَ وَمَا حَوَى

“Sifat malu pada Allah yang sebenarnya adalah engkau menjaga kepalamu dan setiap yang ada di sekitarnya, begitu pula engkau menjaga perutmu serta apa yang ada di dalamnya.”[6] Yang dimaksud menjaga kepala dan setiap apa yang ada di sekitarnya, termasuk di dalamnya adalah menjaga pendengaran, penglihatan dan lisan dari berbagai keharaman. Sedangkan yang dimaksud menjaga perut dan segala apa yang ada di dalamnya, termasuk di dalamnya adalah menjaga hati dari terjerumus dalam yang haram.[7] Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ

“Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; Maka takutlah kepada-Nya.” (QS. Al Baqarah: 235)

Allah Ta’ala juga berfirman,

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isro’: 36)